SEJARAH DESA

             Pengertian Desa sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor  72 Tahun 2005 tentang Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mencermati pengertian desa sebagaimana diatur dalam PP 72 Tahun 2005 tentang Desa dimaksud, maka secara yuridis Wilayah Petanjungan  dapat disebut Desa dan secara administratif termasuk wilayah Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang.

          Penamaan / Nomenklatur Desa Petanjungan  berdasarkan adat istiadat secara turun temurun erat kaitanya dengan Raja Mataram ( Amangkurat I ) Alkisah waktu terjadi ontran – ontran Amangkurat I  beserta prajurit pengawalnya mengadakan perjalanan menuju Batavia .Namun diperjalanan Amangkurat I jatuh sakit dan sempat tinggal di desa yang kelak diberi nama Petanjungan , selanjutnya Amangkuat I melanjutkan perjalanan ke Batavia dan namun diperjalan sakit kembali dan meninggal di Desa Tegalarum – Tegal .Pengawal Amangkurat I ada diantaranya yang bernama Ki Lepot kesengsem dengan gadis desa yang bernama Nyai Tanjung yang akhirnya meningkah dan bertempat tinggal tetap di desa yang diberi nama Desa Petanjungan . Di Desa Petanjugan juga terdapat makam di tengah-tengah pemukiman penduduk yang di keramatkan , konon katanya Makam Pakaian Amangkurat I sehingga oleh masyarakat disebut Makam Sunan Mangkurat . Dari zaman penjajahan Belanda sampai sekarang nama Petanjungan tetap dilestarikan. Namun secara formal nama Petanjungan belum diketahui dibakukan dalam bentuk peraturan perundang-undangan misalnya peraturan daerah, walaupun demikian nama Desa Petanjungan telah diakui secara administratif sebagai salah satu nama desa dari 211 desa yang ada di Kabupaten Pemalang.